Kompensasi, Reward Dan Tunjangan

MAKALAH
KONSEP DASAR KOMPENSASI
Dosen Pengampu : Rofia Eny Kadarwati
 







Disusun Oleh :
KHOIROTUL MUDAH
RIBUT ASMARA
SUHERMAN
OLLA YOBE
SUWAIDI
LINA MAULIDIYAH
Semester VI / C


SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK (STISOSPOL)
“WASKITA DHARMA” MALANG
Jl. Hamid Rusdi III/161 Malang Telp./Fax. (0341)323678
2017






KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Allah SWT yg sudah menawarkan karunia
danrahmat-Nya sehingga makalah Manajemen Sumber Daya Manusia yg
berjudul,“Konsep Dasar Kompensasi” ini sanggup diselesaikan. Tak lupa
shalawat dan salam, semoga selalu tercurahkan kepada nabi besar kita
Nabi Muhammad SAW, para keluarganya, sahabat-sahabatnya,
tabiit-tabiitnya hingga pada kita selsaya umatnya.Makalah ini merupakan
kiprah yg disusun sebagai salah satu kiprah mata kuliah Manajemen
Sumber Daya Manusia di Stisospol Waskita Dharma Malang

Dengan selesainya Makalah ini, maka kita tidak lupa mengucapkan banyak
terima kasih. Kami juga memberikan terima kasih kepada semua pihak
yg terlibat dalam penyusunan Makalah ini. Khususnya kepada :


  1. Ibu Rofiah Eni Kadarwati selsaya dosen pembimbing matsayaliah
    Administrasi kepegawaian dan Manajemen Sumberdaya Manusia.

  2. Orang renta kita yg sudah mendoakan kelantipsn kuliah kita.

  3. Seluruh teman-teman yg berkenan saling membantu menyelesikan
    laporan ini.
Demikian Makalah yg sudah kita buat. Kami mohon kritik dan sarannya
apabila terdapat kekurangan dalam penyusunan Makalah ini. Semoga
Makalah ini sanggup bermanfaat bagi semua pihak. Juga bermanfaat bagi
kita selsaya penulis.

Malang, 19 Mei 2017
Penyusun,

Kelompok II







BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
LATAR BELAKANG

Dalam meningkatkan efesiensi dan produktivitasnya salah satu upaya yg
ditempuh organisasi untuk membuat kondisi tersebut yaitu dengan
menawarkan kompensasi yg memuaskan. Dengan menawarkan kompensasi,
organisasi sanggup meningkatkan prestasi kerja, motivasi, dan kepuasan kerja
karyawan.

Karyawan harus mendapatkan hak-haknya sebagai karyawan yaitu imbalan atau
kompensasi sehabis mereka menjalankan kewajiban. Defenisi kompensasi adalah
segala sesuatu yg diterima karyawan sebagai tanggapan jasa untuk kerja
mereka, dalam suatu organisasi. Masalah kompensasi merupakan suatu yg
sangat kompleks, namun pling penting bagi karyawan maupun organisasi itu
sendiri.

Kompensasi sangat penting bagi karyawan itu sendiri sebagai individu,
alasannya yaitu besarnya kompensasi merupakan pencerminan atau ukuran nilai
pekerjaan karyawan itu dan kepuasan kerja karyawan. Apabila kompensasi
diberikan setips sempurna dan benar para karyawan akan memperoleh kepuasan
kerja dan akan termotipasi untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Akan
tetapi bila kompensasi itu diberikan tidak memadai atau kurang telpat,
perestasi kerja, motivasi dan kepuasan kerja karyawan akan menurun.

Dari uraian di atas maka penulis tertarik mengangkat judul makalah yaitu
Konsep Dasar Kompensasi.



1.2.
RUMUSAN MASALAH

1.
Apa pengertian dari konsep dasar kompensasi?

2.
Apa saja program-program penghargaan karyawan?

3.
Apa kaitan antara seni administrasi wirabisnis dengan seni administrasi kompensasi?

4.
Apa saja bentuk-bentuk tunjangan karyawan?



1.3.
TUJUAN

1.
Untuk mengetahui pengertian dari konsep dasar kompensasi.

2.
Untuk mengetahui program-program penghargaan karyawan.

3.
Untuk mengetahui kaitan antara seni administrasi wirabisnis dengan seni administrasi kompensasi.

4.
Untuk mengetahui bentuk-bentuk tunjangan karyawan.







BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
KONSEP DASAR KOMPENSASI

Kompensasi merupakan komponen penting dalam penciptaan suatu administrasi yg
efektif dan kondusif. Kompensasi yaitu serpihan dari manajemen. Sistem
kompensasi yg baik sanggup menawarkan donasi yg signifikan terhadap
keberhasilan wirabisnis. Kompensasi merupakan sesuatu yg diterima karyawan
sebagai pengganti donasi jasa mereka pada perbisnisan. Kompensasi juga
merupakan biaya utama atas keahlian atau pekerjaan dan kesetiaan dalam
wirabisnis.

Keterkaitan kompensasi dengan kinerja karyawan sangatlah siginifikan.
Semakin tinggi kompensasi semakin tinggi tingkat kepuasan kerja karyawan;
ceteris paribus. Derajat kepuasan yg semakin tinggi akan semakin
meningkatkan motivasi karyawan dalam meraih kinerja yg tinggi. Jika
dikelola dengan baik, kompensasi membantu perbisnisan untuk mencapai tujuan
dalam memperoleh, memelihara, dan menjaga karyawan dengan optimum.
Sebaliknya tanpa kompensasi yg cukup, karyawan yg ada tidak saja
mengekspresikan diri mereka dalam bentuk protes keras dan mogok kerja,
tetapi juga sangat mungkin meninggalkan perbisnisan. Pertanyaannya mengapa
tidak semua perbisnisan bisa menawarkan kepuasaan maksimum kepada
karyawannya. Dalam penerapannya maka administrasi kompensasi memiliki
prinsip-prinsip :

1. Terdapatnya rasa keadilan dan pemerataan pendapatan dalam perbisnisan;

2. Setiap pekerjaan karyawan dinilai melalui proses penilaian pekerjaan dan
kinerja;

3. Mempertimbangkan kondisi kesehatan keuangan perbisnisan; dan

4. Sistem kompensasi yg gres harus sanggup membedakan karyawan yg
berprestasi baik dan tidak dalam golongan honor yg sama.

Agar tujuan perbisnisan dan impian dan aspirasi individual terwujud
sesuai impian maka dalam sistem penghargaan atau kompensasi, yg idealnya
merupakan akad pihak administrasi dan karyawan, perbisnisan perlu
menyediakan kebijakan yg mencakup :


  1. Tingkat kompensasi yg cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup layak
    karyawan;

  2. Keadilan dengan pasar kerja eksternal;

  3. Keadilan internal sesuai dengan kondisi perbisnisan;

  4. Perlsayaan pada individu karyawan dan perbisnisan berada dalam
    keseimbangan atau win-win result; dan

  5. Sosialisasi dan internalisasi administrasi kompensasi ke seluruh karyawan
    (manajemen dan non-manajemen) untuk memperkecil konflik.
Internal Equity yaitu keseimbangan antara masukan yg dibawa individu
dalam sebuah sistem kepegawaian dengan hasil yg dicapai. Masukan pegawai
sanggup berupa; pengacukup laman, pendidikan, keahlian, upaya & waktu kerja.
Sedangkan keluaran berupa; gaji, tunjangan, pengsayaan, dan imbalan.
Internal Equity juga berarti tingkat honor yg patut/pantas dengan nilai
pegawai internal bgai suatu organisasi. Intinya yaitu system kepegawaian
di dalam suatu organisasi.

Sistem Kompensasi sebaiknya dilsayakan sebagai berikut:


  1. Bersaing (competitive)

  2. Mengsayai karyawan sebagai “Income Producing Assets”

  3. Jangan terpengaruh oleh praktek sayantansi yg menganggap honor dan upah
    sebagai “liabilities”

  4. Kompensasi harus mendukung administrasi produktivitas

  5. “Payroll Cost” harus dikelola dan dikaitkan dengan keberhasilan wirabisnis

  6. Diketahui perincian pembayaran kempensasi sebagai:- Direct cost -
    Opportunity cost: profit sharing- Investment Return: insentive bagi
    karyawan yg melebihi standar- Cost Reduction Spending: pembayaran
    “Performance Award” yg lebih rendah dari “Performance Improvement”.
2.2.
PROGRAM-PROGRAM PENGHARGAAN KARYAWAN

Dengan menawarkan penghargaan pada mereka yg berprestasi menunjukkan
bahwa sebagai pimpinan kita sudah peduli dan menawarkan penghargaan atas
apa yg sudah mereka dedikasikan untuk perbisnisan kita. Kaprikornus bila ada satu
karyawan yg menerima reward cukup menarik dari Anda sang pemimpin
perbisnisan, maka teman-teman yg lain pun akan turut termotivasi untuk
mendapatkan hal yg sama.

Pengertian reward berdasarkan Byars dan Rue (2000:299) yaitu The
organizational reward system consists of the types of rewards to be offered
and their distribution. Dalam organisasi reward system ditetapkan tipe
reward apa yg akan digunakan dalam organisasi termasuk hal
pendistribusinnya kepada para karyawan. Sedangkan berdasarkan Kurnianingsih dan
Indriantoro (2001:22) sistem penghargaan yaitu pinjaman kompensasi kepada
para manajer yg terdiri atas pembayaran tetap saja dan pembayaran tetap
ditambah variabel yg jumlahnya ditentukan berdasarkan kinerja manajerial.
Mulyadi dan Setyawan (2001:227) sistem penghargaan merupakan salah satu
alat pengendali penting yg digunakan oleh perbisnisan untuk memotivasi
personilnya supaya mencapai tujuan perbisnisan (bukan tujuan personil setips
individu) dengan perilsaya sesuai dengan yg diperlukan oleh perbisnisan
(bukan perilsaya yg disukai oleh personil setips pribadi).

Menurut Byars dan Rue (2000:299) mengelompokkan reward ke dalam dua
kategori, yaitu:

a. Intrinstic Reward

Adalah penghargaan yg bersifat internal atau dirasakan setips individu
yg biasanya diperoleh dan dilibatkannya individu tersebut pada suatu
acara atau kiprah tertentu, contohnya perasaan puas.

b. Extrinsic Reward

Adalah reward yg dikontrol dan didistribusikan setips pribadi oleh
organisasi dan merupakan reward yg berwujud, contohnya kompensasi. Sumber
: Byars dan Rue, Human Resources management, 2000, hal. 300

Sedangkan berdasarkan Mulyadi dan Setyawan (2001:355) menyatakan bahwa
penghargaan sanggup digolongkan dalam dua kelompok :


  • Penghargaan Intrinsik
Penghargaan intrinsik berupa rasa puas diri yg diperoleh seseorang yg
sudah berhasil menuntaskan pekerjaannya dengan baik dan sudah mencapai
target tertentu. Untuk meningkatkan penghargaan intrinsik administrasi dapat
memakai aneka macam tehnik ibarat penamkomponen tanggungjawab, partisipasi
dalam pengambilan keputusan, dan bisnis lain yg meningkatkan harga diri
seseorang dan yg mendorong orang untuk menjadi yg terbaik.


  • Penghargaan Ekstrinsik
Penghargaan ekstrinsik terdiri dari kompensasi yg diberikan kepada
personel, baik yg berupa kompensasi langsung, tidak langsung, maupun
berupa kompensasi non moneter. Kompensasi pribadi yaitu pembayaran
pribadi berupa honor atau upah pokok, honorarium lembur atau hari libur,
pembagian laba, pembagian saham, dan aneka macam bonus lain yg didasarkan
atas kinerja personil. Penghargaan tidak pribadi yaitu semua pembayaran
untuk kesejahteraan personil ibarat asuransi kecelakaan, asuransi hari
tua, honorarium liburan, tunjangan masa sakit. Penghargaan non moneter
sanggup berupa sesuatu yg setips ekstra diberikan oleh perbisnisan kepada
personilnya, ibarat ruang kerja yg mempunyai lokasi dan fasilitas
istimewa, kawasan parkir khusus, gelar istimewa dan sekretaris pribadi.

2.3.
KAITAN STRATEGI BISNIS DENGAN KOMPENSASI

2.3.1.
Strategi Bisnis

Persaingan sudah menjadi ritualitas bagi tiap perbisnisan yg senantiasa
kompetitif dalam memenuhi apa yg menjadi kebutuhan dan keinginan
konsumen, perbisnisan dengan aneka macam seni administrasi wirabisnis yg diadopsinya
tentunya berharap terjadi konektivitas antara pelanggan dengan perbisnisan
tersebut. Strategi wirabisnis terkadang juga digunakan sebagai instrumen untuk
mempertahankan pelanggan sebagai upaya kanalisasi dari seni administrasi kompetitor.
Dengan semakin kompleksnya tools yg digunakan corporate dalam
berkompetisi maka ruang apresiasi kebutuhan terhadap seni administrasi wirabisnis.

· Pengertian dan Klasifikasi Strategi.

Strategi bukan lagi sesuatu yg gila di pendengaran kita. Ketika membitipskan
perihal seni administrasi akan tergambar sebuah proses dengan aliran yg keras,
cermat dan hati-hati untuk melsayakan sesuatu yg tidak enteng. Banyak ahli
yg sudah mendefinisikan perihal strategi. Marrus (dalam Umar, 2008)
mendefinisikan seni administrasi sebagai suatu proses penentuan rencana para
pemimpin puncak yg berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi,
didani penyusunan suatu tips atau upaya bagaimana supaya tujuan tersebut
sanggup dicapai. Selain itu Hamel dan Prahalad (dalam Umar, 2008)
mendefenisikan seni administrasi sebagai berikut:

Strategi merupakan tindakan yg bersifat incremental (senantiasa
meningkat) dan terus menerus, dan dilsayakan berdasarkan sudut pandang
perihal apa yg diperlukan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan
demikian, seni administrasi hampir selalu dimulai dari apa yg sanggup terjadi dan
bukan dimulai dari apa yg terjadi. Terjadinya kecepatan penemuan pasar
yg gres dan perukomponen teladan konsumen memerlukan kompetensi inti (core
competencies). Perbisnisan perlu mencari kompetensi inti di dalam wirabisnis
yg dilsayakan. Dari pendapat di atas sanggup disimpulkan bahwa strategi
yaitu tindakan yg dilsayakan setips terus menerus berdasarkan analisis
terhadap lingkungan yg dihadapi untuk mencapai tujuan perbisnisan. Lebih
lanjut Hunger (2003) mengemukakan bahwa seni administrasi perbisnisan mewujudkan tiga
orientasi umum yaitu pertumbuhan, stabilitas, dan pengurangan. Dengan kata
lain, perbisnisan, ibarat manusia, sanggup maju, tetap ditempat atau bahkan
mundur selangkah. Umar (2008) mengemukakan bahwa seni administrasi perbisnisan dapat
diklasifikasikan berdasarkan jenis perbisnisan contohnya perbisnisan
konglomerasi yg mempunyai beberapa Strategi Bisnis Unit (SBU) dan
perbisnisaan yg mempunyai satu SBU saja yg biasanya yaitu perbisnisan
kecil. Selain itu juga dikenal penjabaran seni administrasi berdasarkan dasar
tingkatan tugas. Strategi tersebut mencakup seni administrasi generik (generic
strategy) yg akan dijabarkan menjadi seni administrasi utama/induk (grand
strategy).

Strategi induk ini kemudian dijabarkan lagi menjadi seni administrasi fungsional
yaitu di tingkat fungsional perbisnisan contohnya di bidang pemasaran,
keuangan, SDM, sistem informasi dan lain sebagainya. Sementara Carpenter
(2009) mengklasifikasikan seni administrasi menjadi business strategy dan corporate
strategy. Business strategy yaitu strategy for competiting against rivals
within a particular industryor industry segment. Sedangkan corporate
strategy merupakan strategy for guiding a firm’s entry and exit from
different businesses, for determaining how parent company adds value to and
manages it’s portfolio of business and for creating value through
diversification. Pada artikel ini akan dibahas perihal analisis dan pilihan
seni administrasi utama atau induk. Ada beberapa model penentuan seni administrasi utama
contohnya berdasarkan pendekatan yg digunakan oleh Wheelen-Hunger, Fred R.
David dan lain sebagainya. Namun, pembahasan dalam artikel ini dibatasi
hanya akan mengulas konsep yg dikemukakan oleh Fred R. David.


  • Manajemen Sumber Daya
Manusia administrasi sumber Daya Manusia merupakan salah satu devisi yg
sangat vital dalam peningkatan kualitas karyawan perbisnisan dengan
pemberdayaan segenap stakeholder internal perbisnisan.

2.3.2.
Strategi Pembayaran

Memberikan kompensasi/ bayaran.

Kompensasi yaitu imbalan atas donasi kerja pegawai setips teratur dari
organisasi atau perbisnisan. Kompensasi yg sempurna sangat penting dan
diadaptasi dengan kondisi pasar tenaga kerja yg ada pada lingkungan
eksternal. Kompensasi yg tidak sesuai dengan kondisi yg ada dapat
mengakibatkan problem ketenaga kerjaan di kemudian hari atau pun dapat
mengakibatkan kerugian pada organisasi atau perbisnisan. Proteksi juga perlu
diberikan kepada pekerja supaya sanggup melakukan pekerjaannya dengan tenang
sehingga kinerja dan donasi perkerja tersebut sanggup tetap maksimal dari
waktu ke waktu. Kompensasi atau imbalan yg diberikan bermacam-macam
jenisnya yg sudah diterangkan pada artikel lain pada situs organisasi
ini.

· Hubungan seni administrasi Bisnis dengan seni administrasi pembayaran

Akumulasi dari produktivitas kerja karyawan yg meningkat akan
mencerminkan kinerja perbisnisan, contohnya dalam bentuk omset penjualan dan
keuntungan yg juga meningkat. Kinerja perbisnisan yg meningkat akan
semakin membuka peluang pada administrasi untuk meningkatkan kesejahteraan
karyawan melalui peningkatan kompensasi (imbalan) berupa kenaikan upah,
jaminan sosial dan peningkatan karir. Hal ini berarti bahwa perbisnisan
sudah memenuhi tujuan atau kepentingan karyawan disamping kepentingan
perbisnisan. Siklus ini terus bergulir sesuai dengan ukomponen strategi
administrasi organisasi. Proses pengukomponen seni administrasi manajemen suatu organisasi
bersifat dinamis. Misalnya dikala perbisnisan dihadapkan pada krisis
keuangan global belakangan ini. Hal ini seharusnya ditandakan oleh adanya
respon suatu organisasi dikala menghadapi ukomponen-ukomponen eksternal, misalnya
tantangan periode global dengan segala turbulensinya.

2.4.
BENTUK-BENTUK TUNJANGAN KARYAWAN

Dalam struktur dan skala upah tercsayap tunjangan. Tunjangan yaitu suatu
pembayaran yg diatur berkaitan dengan pekerjaan yg diberikan oleh
pengbisnis kepada pekerja. Berdasarkan sifatnya ada dua macam tunjangan
yaitu Tunjangan tetap dan Tunjangan tidak tetap.

Tunjangan Tetap yaitu suatu pembayaran yg diatur berkaitan dengan
pekerjaan yg diberikan setips tetap untuk pekerja dan keluarganya dan
dibayarkan dalam satuan waktu yg sama dengan pembayaran upah pokok yanpa
dikaitkan dengan kehadiran atau prestasi/produktivitas tertentu.

Contoh jenis tunjangan tetap :


  • Tunjangan Keluarga

  • Tunjangan Jabatan
· Tunjangan Makan (untuk sebagian perbisnisan dihitung berdasarkan jumlah
kehadiran)


  • Tunjangan lain-lain


Tunjangan Tidak Tetap yaitu suatu pembayaran yg diatur berkaitan dengan
pekerjaan yg diberikan setips tidak tetap dan dikatikan dengan kehadiran
atau prestasi kerja.

Contoh jenis tunjangan tidak tetap


  • Tunjangan Transport

  • Tunjangan Kehadiran

  • Tunjangan Shift

  • Tunjangan Perumahan

  • Tunjangan Kesehatan
Peraturan ketenagakerjaan yg berlsaya di Indonesia tidak memutuskan setips
bsaya mengenai penentuan jenis tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap.
Masalah ini diserahkan kepada kebijakan pengbisnis dengan pekerja dalam hal
ini adalh serikat pekerja atau perwakilan pekerja. Namun kalau dilihat dari
dasar pertimbangan dari sisi kepentingan perbisnisan dan pemenuhan kebutuhan
pekera, maka nilai tunjangan dihentikan dibawah ketentuan minimal yg
sudah ditetapkan oleh pemerintah. Praktik pengupahan yg terjadi pada
perbisnisan-perbisnisan di Indonesia cukup bervariatif dan kondisi ini sangat
dimungkinkan alasannya yaitu ketentuan peraturan perundang-undangan memperbolehkan
sepanjang ketentuan minimal tidak dilanggar. penghasilan karyawan dipecah
menjadi berjenis-jenis tunjangan.

Komponen upah/gaji dibagi kedalam beberapa serpihan yaitu : Upah pokok
ditambah tunjangan tetap (all in) sedangkan ada sebagian
perbisnisan yg memakai sistem upah pokok ditambah tunjangan idak
tetap, namun ada juga perbisnisan yg tidak membagi komponen upah kedalam
beberapa serpihan dimana honor yg diterima pekerja yaitu total setips
keseluruhan.





BAB III

PENUTUP




3.1.
KESIMPULAN

Kompensasi/upah yaitu sebuah imbalan balas jasa dari apa yg sudah
seseorang kerjakan. Fungsi dari kompensasi salah satunya yaitu :

1. Penggunaan SDM setips efisien.

2. Mendorong stabilitas ekonomi.

Kompensasi juga mempunyai tujuan yg sangat penting bagi perkembangan
suatu perbisnisan. Karena tanpa adanya kompensasi, perbisnisan tersebut tidak
akan berkembang. Salah satu tujuan kompensasi yaitu : Memperoleh karyawan
yg memenuhi persyaratan, mempertahankan karyawan yg ada, menjamin
keadilan, menghargai prilsaya yg diinginkan, mengendalikan biaya-biaya dan
mematuhi peraturan-peraturan legal.

Faktor-faktor yg menghipnotis system kompensasi antara lain:

a) Produktivitas

b) Kemampuan untuk membayar

c) Kesediaan untuk membayar

d) Suplai dan permintaan

e) Organisasi karyawan

f) Berbagia peraturan dan perundang-undangan.

Menurut Byars dan Rue (2000:299) mengelompokkan reward ke dalam dua
kategori, yaitu:

a. Intrinstic Reward

Adalah penghargaan yg bersifat internal atau dirasakan setips individu
yg biasanya diperoleh dan dilibatkannya individu tersebut pada suatu
acara atau kiprah tertentu, contohnya perasaan puas.

b. Extrinsic Reward

Adalah reward yg dikontrol dan didistribusikan setips pribadi oleh
organisasi dan merupakan reward yg berwujud, contohnya kompensasi. Sumber
: Byars dan Rue, Human Resources management, 2000, hal. 300.

Persaingan sudah menjadi ritualitas bagi tiap perbisnisan yg senantiasa
kompetitif dalam memenuhi apa yg menjadi kebutuhan dan keinginan
konsumen, perbisnisan dengan aneka macam seni administrasi wirabisnis yg diadopsinya
tentunya berharap terjadi konektivitas antara pelanggan dengan perbisnisan
tersebut. Strategi wirabisnis terkadang juga digunakan sebagai instrumen untuk
mempertahankan pelanggan sebagai upaya kanalisasi dari seni administrasi kompetitor.
Dengan semakin kompleksnya tools yg digunakan corporate dalam
berkompetisi maka ruang apresiasi kebutuhan terhadap seni administrasi wirabisnis.

Akumulasi dari produktivitas kerja karyawan yg meningkat akan
mencerminkan kinerja perbisnisan, contohnya dalam bentuk omset penjualan dan
keuntungan yg juga meningkat. Kinerja perbisnisan yg meningkat akan
semakin membuka peluang pada administrasi untuk meningkatkan kesejahteraan
karyawan melalui peningkatan kompensasi (imbalan) berupa kenaikan upah,
jaminan sosial dan peningkatan karir. Hal ini berarti bahwa perbisnisan
sudah memenuhi tujuan atau kepentingan karyawan disamping kepentingan
perbisnisan. Siklus ini terus bergulir sesuai dengan ukomponen strategi
administrasi organisasi. Proses pengukomponen seni administrasi manajemen suatu organisasi
bersifat dinamis.

Dalam struktur dan skala upah tercsayap tunjangan. Tunjangan yaitu suatu
pembayaran yg diatur berkaitan dengan pekerjaan yg diberikan oleh
pengbisnis kepada pekerja. berdasarkan sifatnya ada dua macam tunjangan
yaitu Tunjangan tetap dan Tunjangan tidak tetap. Tunjangan Tetap adalah
suatu pembayaran yg diatur berkaitan dengan pekerjaan yg diberikan
setips tetap untuk pekerja dan keluarganya dan dibayarkan dalam satuan
waktu yg sama dengan pembayaran upah pokok yanpa dikaitkan dengan
kehadiran atau prestasi/produktivitas tertentu. Tunjangan Tidak Tetap
yaitu suatu pembayaran yg diatur berkaitan dengan pekerjaan yg
diberikan setips tidak tetap dan dikatikan dengan kehadiran atau prestasi
kerja.

3.2.
SARAN

Kompensasi sangatlah penting bagi perbisnisan, maka dari itu kompensasi
harus sangat diperhatikan oleh perbisnisan. Karena jikalau masalah
kompensasi tidak berjalan dengan baik perbisnisan akan kesulitan dalam
mencapai tujuanya alasannya yaitu menurunya aspirasi kinerja karyawan alasannya yaitu tidak
sesuai dengan yg semestinya.





DAFTAR PUSTAKA
https://www.google.com.sg/?gfe_rd=cr&ei=8hwdWZaECsSFoAPAr5S4Cg#q=makalah+kompensasi

https://www.google.com.sg/?gfe_rd=cr&ei=OR4dWZCkLMicogOc7bLYCg#q=kaitan+antara+strategi+bayaran+dan+strategi+wirabisnis&start=10

https://wikitugas.blogspot.com//search?q=pengertian-penghargaan-reward-kriteria

https://wikitugas.blogspot.com//search?q=pengertian-penghargaan-reward-kriteria


https://wikitugas.blogspot.com//search?q=pengertian-penghargaan-reward-kriteria



http://solusisupersukses.com/tips-motivasi-karyawan-dengan-memberikan-penghargaan-ditiap-akhir-tahun/



https://wikitugas.blogspot.com//search?q=pengertian-penghargaan-reward-kriteria

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel